LATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Judul : Mengenal Penerbit Indie
Resume Ke : 17
Gelombang : 23
Hari/Tanggal : Rabu, 23 Februari 2022
Narasumber : Mukminin, S.Pd,. M.Pd
Moderator : Helwiyah
Penulis : Sudasih, S.Pd
Mengenal Penerbit Indie
Malam ini malam ke-17 pelatihan menulis bersama Omjay dan PGRI, walau saya masih dalam kondisi isoman tapi saya berusaha untuk mengikuti peltihan ini terus terang beberapa kali pertemuan aku sempat tidak hadir karena factor Kesehatan semoga bisa menyusul yang ketinggalannya sebatas kemampuan.
1. Pendahuluan
Moderator malam ini Ibu Helwiyah yang membuka acara kegiatan dengan diawali dengan berdoa menurut agama masing-masing. Ibu Moderator memperkenalkan Narasumber malam ini yaitu Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd yang akrab dipanggil dengan sebutan Cak Inin beliau seorang penulis, penerbit, motivator, dan pegiat literasi Nusantara.
2. Pemaparan Materi
a. Narasumber mengawali materi dengan sharing pengalaman Cak Inin ikut pelatihan 30 kali pertemuan bersama Omjay dan PGRI maka lahirlah buku resume yang sekarang terjual laris manis yang berjudul “Jurus Jitu Menjadi Penulis Handal”.
Kata-kata motivator Cak Inin diawal sangat memotivasi saya Ayo semangat menulis, “ Tiada kata terlambat untuk menulis dan menerbitkan buku.” (Cak Inin).
b. Memberikan Pertanyaan
Pertanyaan
Apa alasan seseorang menulis buku ?
Sebutkan 4 saja !
Jawaban Saya
1). Mencurahkan Perasaan
2). Ingin Berkarya
3). Dikenal Masyarakat Luas
4). Meninggalkan Jejak Digital Untuk Anak dan Cucu
Pada Zaman milenial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yg kita bayangkan. Apalagi sbg seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki byk kisah dan pengalaman inspiratif tersebut perlu kita tulis dan terbitkan buku menjadi yg bermanfaat bg orang lain/ pembaca.
Untuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata agar kamu terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya. Setelah itu mari kita pahami cara menulis dan menerbitkan buku.
Kata-kata Mutiara smg motivasi diri:
1."Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib
2. "Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis". - Imam Al-Ghazali
Untuk mewujudkan itu memang butuh ketekunan, perjuangan dan juga tekad serta motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis. Agar Anda terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya.
Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang tepat
Seorang yang ingin bisa menulis dan menerbitkan buku, maka perlu memahami tahapan menerbitkan buku. Ada 5 tahapan yg harus dilalui:
1). Prawriting
a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dg peka terhadap sekitar ( Pay attention).
b. Penulis hrs kreatif menangkap fenomena yg terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
c. Penulis banyak membaca buku.
2). Drafting
Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai draf tadi. Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai ( pasion). Boleh menulis artikel, cerpen, puisi, novel dan sebagainya dg penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik pembaca.
3. Revisi
Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yg perlu ditambahkan.
4). Editting/ Swasunting
Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, kan malu kalau banyak kesalahan. Maka penulis dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai denga EBBI.
5). Publikasi
Jika tulisan Anda yg berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan buku. Pertanyaannya apakah Anda sudah mempunyai pandangan penerbit yg akan menerbitkan buku Anda?
Jawabnya adalah penerbit Independen ( penerbit Indie) yg bapak suka.
✓ Kamlia Press Lamongan.
Ayo melek penerbit Buku
(Penerbit Mayor dan Penerbit Indie)
Oleh = Mukminin
Bapak ibu sekalian yg hebat, penerbit buku ada macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Apa perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini :
1. Jumlah Cetakan di penerbit mayor.
# Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.
2. Pemilihan Naskah yang Diterbitkan
# Penerbit mayor :
Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.
# Penerbit indie :
Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.
3. Profesionalitas
# Penerbit mayor :
Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
# Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).
4. Waktu Penerbitan
# Penerbit mayor :
Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
# Penerbit indie :
Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
5. Royalti
# Penerbit mayor :
kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
# Penerbit indie :
umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll
6. Biaya penerbitan
# Penerbit mayor :
Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.
# Penerbit indie :
Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
3. Tanya Jawab
P1 : Saya Damar dari Banten Ijin bertanya : Jika terbitkan buku di penerbit Indi kamila Press, dengan tebal dan harga yang sudah ditayangkan Berapa lama dari sejak naskah dari penulis dikirim lengkap hingga buku terbit ber ISBN?
Jawaban :
Terima kasih pak Damar pertanyaan yg bagus. Dari naskah dikirim lalu kami ajukan ISBN turunnya skrg rata-rata 4 Minggu kadan bisa lebih dan kadang bisa kurang. Krn habis PKKM dan byk buku masuk dari guru-guru yg menulis. Sebelum turun kami buatkan cover buku sesuai permintaa. Setelah turun kami proses Layuot..setelah selesai kami kirim ke penulis utk dicek lagi. Jika ada yg masih kurang pas kata atau ejaan bisa diajukan revisi. Lalu kami revisi Sampai deal. Lalu naik cetak dan bayar biaya. Dari naskah Samapi terbit sekitar 8 Minggu pak. Mkasih
P2 :
Assalamuaalikum wr, wb.
Selamat malam, PakMukminin. Salam kenal
Maria dari Jakarta. Terima kasih pak telah mengispirasi saya melalui karya-karya yang luar biasa hebatnya.
Ingin bertanya.
1). Bagaimana menulis resume yang benar tanpa berkesan plagiarisme?
2). Bagaimana menyegarkan gagasan ketika kehilangan kata-kata untuk menyambung menjadi paragraf baru dan mengandung makna ?
3). Apa saja strategi agar menulis itu selesai?
Terima kasih, Pak. Salam sehat.
Jawaban :
Waalaikum slm ww.
Terima kasih Bu Maria JKT.
1. Ibu menulis Resume dari materi grup PGRI tolong diambil intinya dg
dikembangkan dg kalimat sendiri. Terus cari referensi dari internet atau buku utuk memperkaya materi itu. Jika mengambil pendapat tokoh, tulislah namanya.
Resume buku sy jurus jitu itu alhamdulilah bagus berdasarkan testimoni teman2 pembeli dan bisa dijadikan contoh dan model menulis dan menerbitkan buku. Karena setiap materi kuliah menulis di grup PGRI pasti sy beri pendahuluan / pengantar menuju ke materi dg ambil di internet lalu sy parafrasekan ( sy tulis dg sy).
P3 :
Assalamu'alaikum w.w.
Saya Amali Kurniawan,bantul
Salam Cak Inin,sangat menarik penjelasannya ttg penerbit Indie.
Mhn izin sy ingin menanyakan beberapa pertanyaan:
1). Dalam menerbitkan buku ber-ISBN apakah kelebihannya penerbit Indie miliknya Cak Inin dibandingkan dgn penerbit lainnya?Misalnya dengan promo utk penulis akan mendapatkan fasilitas dipublish di google play book?
2). Saya pernah mendengar utk kenaikan pangkat Guru PNS, dengan membuat buku solo Ber-ISBN berupa puisi, Penerbit harus menyediakan/memiliki Editor Sastra,kalau tidak nanti bukunya tidak akan dinilai, bagaimana menurut pandangan Cak Inin mengenai hal ini?
3). Bagaimana suka dukanya Cak Inin dalam mendirikan penerbitan?apakah bisnis penerbitan masih memiliki prospek yang menjanjikan di era digital saat ini?
Terima kasih atas jawabannya.
1. Kelebihannya penerbit Kamila Press milik saya sendiri sy layani dg sepenuh hati sesuai permainan. Kemudian yg menilai ya yg pernah menerbitkan buku ke saya spt guru kita dan tmn2 di atas terus jadi langganan baik.cetak langsung atau cetak ulang juga ngajak teman2 nya cetak ke sy.
2. Jih jadi utk terbitan buku puisi atau pantun, setelah selesai menulis bisa minta penilaian teman yg bisa ttg itu. Atau minta dieditkan Jika ada yg salah kepada teman. Ada juga yg langsung ke saya. Lallu kita proses. Jika ISBN turun buku solo insya Allah dapat nilai 3.
3. Ya byk sukanya Krn saya dapat ilmu dari buku2 yg sy terbitakan sdh 200 lebih judul. Dan senang dpt membantu teman2 utk memperbaiki pantun, puisi 2.0 ( 2 buku sdh terbit). Shg terbit buku utk bisa kenaikan pangkat dll.
Bisnis peberbitan sy kira masih diperlukan walau sdh ada diterbitkan secara digital.
4. Penutup
Komentar
Posting Komentar