APRESIASI BAGI GURU DAN KEPALA SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR TAHUN 2021

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di kelas V Menggunakan Pendekatan SKTM untuk Menjadikan Peserta Didik Well Being

Oleh:

SUDASIH,S.Pd.

SD Negeri 029 Cilengkrang

1.      Deskripsi Video

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di kelas V

Menggunakan Pendekatan SKTM untk Menjadikan Peserta Didik Well being

 

a.      Diagnosis Terhadap Pembelajaran PTMT

Pamdemi Covid 19 sudah hampir 2 tahun, berdampak pada semua sektor termasuk dalam sektor pendidikan. Kurang lebih peserta didik selama 2 tahun proses pembelajaran dilaksanakan dari rumah (BdR) atau pembelajaran moda daring, tentu saja kegiatan yang dilakukan kurang efektif, meskipun berbagai cara dilakukan, tapi pada akhirnya hasilnya tetap kurang oftimal.

Awal bulan Oktober pemerintah kota Bandung melalui Dinas Pendidikan Kota Bandung membuat suatu kebijakan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Tentu saja disambut dengan gembira dan sukacita oleh seluruh guru, orangtua murid dan tentunya oleh seluruh peserta didik karena sudah mengalami kejenuhan dalam melakasanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang selama ini dilakukan.

Hal ini bisa dilaksanakan tidak serta merta akan tetapi ada beberapa hal yang pelu dipersiapkan dengan matang, baik sarana prasarana dan juga kesiapan seluruh warga sekolah untuk mentaati protokol kesehatan yang ketat.  Kami seluruh warga sekolah bersinergis dan berkolaborasi untuk memenuhi persyaratan PPMT di sekolah kami. Tentunya kami meninventalisir terlebih dahulu segala keperluan baik secara administrasi ataupun keperluan sarana dan prasarannya supaya pada saat PPMT dapat berjalan dengan lancar dan yang lebih penting lagi adalah  keamanan dan kesehatan seluruh warga sekolah,  ini harus yang lebih di utamakan.

Kegiatan ini dimulai dengan a) membuat edaran kepada orangtua tentang kesanggupan/ijin putra/putrinya untuk mengikuti PTMT,  b) persiapan Administrasi pembentukan satgas serta job deskripsi masing masing petugas, c) Membuat bannder dan spanduk serta informasi yang terkait dengan protokol kesehatan, d) Penyediaan sarana dan sarana diantaranya tenpat cuci tangan hand sanitizer di setiap kelas serta penyediaan masker untuk guru dan siswa.

Setelah selesai persiapan lalu ada tim monitoring dan verifikasi dari Disdik dan satgas covid 19 untuk memastikan kesiapan sekolah kami mengikuti PTMT. Alhamdulillah sekolah kami SDN 029 Cilengkrang dinyatakan sudah memenuhi syarat untuk mengikuti PTMT akan tetapi masih 50% dari total keseluruhan peserta didik. Ini merupakan langkah awal dari kegiatan PTMT di lingkungan sekolah kami, tentunya pada saat pelaksanaan kegiatan PTMT seluruh warga sekolah harus mentaati protokol kesesatan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dan yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah, sebagaimana terlihat di Video pada saat akan masuk ke lingkungan sekolah seluruh warga sekolah mentaati protocol kesehatan dengan mentaati 5M

b.      Perencanaan PTMT untuk mengatasi leaning loss

Sebelum memulai PTMT tentu saja saya sebagai guru harus membuat perencanaan yang matang terkait dengan PTMT  dan berkolaborasi dengan satga di sekolah, sebagaimana terlihat pada tayangan video, peserta didik memasuki lingkungan sekolah harus memakai masker, cek suhu  tubuh, mencuci tangan dan menjaga jarak dari gerbang sampai memasuki ruang, serta mengatur jarang tempat duduk supaya menjaga jarak untuk mengindari kerumunan dan sentuhan antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya. sehingga kalau peserta didik sudah bisa membiasakan dan terbiasa dengan protokol kesehatan pelaksanaan PTMT bisa berjalan dengan baik guna menghindari hilangnya proses belajar (learning loss) selama ini.

Dalam perencanaan ini meliputi 3 tahap perencanaan yakni :

1.      Pada saat sebelum proses PBM dimulai

2.      Pada saat poses PBM

3.      Setelah PBM atau peserta didik keluar dari ruangan kelas dan lingkungan sekolah

c.       Pelaksanaan PTMT untuk mengatasi learning loss

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di kelas V Menggunakan Pendekatan SKTM untuk Menjadikan Peserta Didik Well being

Apa itu pendekatan SKTM ?

SKTM akronim dari :

S    : Senang :

   Peserta didik dan guru pada saat sebelum pembelajaran diarahkan supaya

   senang   hatinya

K   : Kenyang :

  Setelah senang peserta didik akan siap menerima ilmu dari pembelajaran 

   yang disampaikan guru dan tentunya akan menjadi kenyang mendapatkan

   ilmu yang banyak

T   : Tenang

         Karena peserta didik sudah  kenyang  mendapatkan ilmu dari guru maka,

         peserta  didik akan tenang, yaitu  dapat menyelesaikan pekerjaan/tugas

        yang   diberikan oleh guru

 

  M      : Menang Siswa

         Setelah    peserta    didik    dapat    menyelesaikan    seluruh    tugas yang

         diberikan   oleh   guru    maka    akan   mendapat   Kemenangan   

         sehingga mereka tidak leaning loss dan pada akhirnya mendapatkan well

         being  (pemebalajaran yang menyenangkan lahir dan batin)

 

Proses Kegiatan Pembelajaran

Sebelum pelaksanaan pada proses pembelajaran, saya mengkondisikan supaya peserta didik sudah benar memakai dan mentaati protokol kesehatan, dan di awal pembelajaran saya mengecek kehadiran, setelah itu dilanjutkan dengan dengan apersepsi dan diawali dengan bernyanyi tema lagu yang berhubungan dengan Numerasi dan literasi pada saat itu mata pelajaran yang diajarkan adalah Matematika dengan Bahasa Indonesia, maka lagu yang dinyanyikan disesuaikan dengan meteri pelajaan yang akan disampaikan seperti terlihat pada tanyangan video peserta didik menjadi senang

Setelah terlihat peserta didik siap dan dalam keadaan senang, maka selanjutnya saya memeberikan materi pembelajaran kaitan dengan mata pelajaran matematika. setelah selesai saya memebrikan keleluasaan kepada peserta didik peserta didik memilih dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, mau di luar kelas atau di dalam kelas, saya berikan kesempatan kepada mereka untuk memilih, karena saya sebagai guru bertugas sebagai fasilitator bagi mereka.  Ternyata ada 2 kelompok, 1 kelompok menyelesaikan tugasnya di dalam kelas dan 1 kelompok lagi di luar kelas, tentunya yang diluar kelas dalam pengawasan dan harus tetap melaksanakan protokol kesehatan., intinya pembelajaran bisa dimana saja baik di dalam kelas ataupun diluar kelas biar anak anak memilih sesuai dengan keinginnya supaya peserta didik mendapatkan kenyamanan dalam belajar dan berakhir dengan mendapatkan ilmu yang banyak, maka peserta didik akan kenyang dengan ilmu yang didapatkannya karena diawali dengan hati yang senang, apa yang disampaikan dapat mudah diserap oleh seluruh peserta didik sehingga mereka menjadi menang ( mendapatkan ilmu yang oftimal)

Peserta didik terlihat senang dan berdiskusi dengan teman-temannya, sehingga tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. Setelah selesai menyelesaikan tugas dalam waktu yang ditentukan peserta didik yang di luar kelas disuruh masuk bergabung kembali ke dalam ruangan kelas dan dipersilahkan masing-masing  kelompok untuk memilih siapa yang akan menjadi perwakilan kelompok untuk presentasi/menyelesaikan tugas yang diberikan.

d.      Evaluasi Implementasi PTMT

Setelah selesai berdiskusi untuk menentukan siapa yang akan presentasi mewakili kelompok, saya mempersilhkan kepada masing masing kelompok untuk kedepan mengerjakan tugas di depan teman-temannya. Karena mereka sudah kenyang dalam artian sudah paham, maka merekan tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugasnya artinya peserta didik menang dapat menyelesaiakan tugas dengan baik.

Saya memberikan apresiasi Karena mereka sudah berani kedepan dan benar dalam menyelesaikan soal dengan memberikan PIN, sebagai bentuk Apreseiasi untuk memotivasi seluruh peserta didik dan mereka semuanya bangga dan merasa menang semuanya, Karena hasil dari kolaborasi kerja kelompok.

Stelah selesai evaluasi saya menyuruh seluruh peserta didik untuk merefleksi pembelajaran hari ini, ternyata dengan pendekatan SKTM ini seluruh peserta didik merasa senang dan terlihat bahagia, maka pendekatan SKTM ini dapat di implementasikan oleh seluruh guru kepada peserta didik, karena SKTM ini, mudah diduplikasi, murah tanpa modal, dan yang lembih penting lagi ada kebermaknaan khusunya untuk peserta didik, sehingga yang dihawatirkan oleh pemerintah dan orang tua tentang leaning loss dapat terjawab peserta didik dimasa PTMT ini tetap well being, seperti terlihat di akhir tanyangan video.

Link Video :  https://youtu.be/F9HMYzCGHKY

e.       Tindak Lanjut PTMT

Setelah saya implementasikan pendekatan SKTM ini, dan ternyata berhasil untuk peserta didik di kelas saya, maka saya rencena kedepan Pendekatan SKTM ini akan di diseminasikan kepada guru rekan sejawat dan juga guru di luar sekolah melalui KKG atau kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga leaning loss yang menjadi kehawatiran pada saat PTMT ini berubah dan terjawab menjadikan peserta didik yang well being atau sejahtera lahir dan bathin.

Pendekatan SKTM ini bisa diterapkan pada saat PTMT ataupun ataupun PTM Pasca pandemi, karena sangat mudah, murah, serta memiliki kebermaknaan  untuk peserta didik dan juga untuk guru di pendidikan dasar khusunya dan di berbagai jenjang pada umumnya.

 

 

Komentar

  1. Semoga PTM di kota Bandung berjalan lancar dan sesuai harapan

    BalasHapus
  2. Aamiin Yaa Roobb...lanjutkan bunda, terus berkaarya lewat torehan jari-jemari

    BalasHapus
  3. semoga tetap menjadi guru yang kreatif dan inspiratif.. love you bu asih..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Belajar Menulis Nusantara

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA