LATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Judul : Menulis itu mudah
Resume Ke : 10
Hari/Tanggal : Senin, 07 Januari 2022
Narasumber : Prof. Dr. Ngainun Naim
Moderator : Raliyanti
Menulis Itu Mudah
Malam ini adalah malam ke-10 pelatihan menulis bersama Omjay dan PGRI. Insyallah walaupun masih terasa Lelah setelah tujuh hari bermalam di rumah sakit tapi tetap semangat untuk mengikuti rangkaian kegiatan kelas menulis online.
1. Pembukaan
Acara dipandu oleh moderator ibu Raliyanti. Moderator membuka acara kegiatan pelatihan menulis pertemuan ke-10 dengan mengajak kita berdoa menurut keyakinan kita masing-masing. Moderator memperkenalkan Narasumber Prof. Dr. Ngainun Naim lahir di Tulung agung, 19 Juli 1975 pekerjaan sehari-hari sebagai Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulung Agung, dengan banyak sekali publikasi buku antara lain “Literasi dari Brunei Darussalam.”
2. Pemaparan Materi
Materi diawali dengan pertanyaan, Benarkah menulis itu mudah ?
Jawabannya : Relatif
Namun saya ingin menyakinkan Bapak/Ibu sekalian bahwa menulis itu mudah tentu Bapak dan Ibu banyak yang tidak sepakat karena sering kali kita duduk berjam-jam didepan laptop tetapi bingung apa yang musti diketik bahkan sudah ikut pelatihan menulis tetapi sampai sekarang ternyata belum bisa menulis. Kalau itu yang menjadi penghambat kita menulis marilah mala mini kita menata Kembali niat kita dalam menulis.
Bagaimana Langkah agar menulis itu mudah dalam makna yang sebenernya ?
1. Ubah Pola Pikir
Bangun pemahaman, keyakinan dan kesadaran bahwa menulis itu mudah
Tanamkan dalam diri sekuat-kuatnya.
2. Berlatih Menulis
Teori menulis itu penting tapi jika hanya belajar teori, seumur hidup kita tidak pernah akan bisa menulis, jika ingin menjadi penulis yang sukses maka hukumnya wajib menulis setiap hari. Walaupun itu hanya satu paragraf. Tidak ada rumus instan dalam menulis. Instan itu adanya hanya di mie atau kopi hehehe.
3. Banyak Membaca
Menulis itu ibaratnya mengeluarkan tabungan bacaan yang ada diotak kita. Jika tidak pernah membaca terus bacalah sedikit demi sedikit
Berhenti
Renungkan
Jika ada yang penting catat
Nikmati prosesnya
Prinsipnya Narasumber dalam membaca utamakan paham, bukan kata.
4. Meluangkan waktu
Soal sibuk, siapa sih diantara kita yang tidak sibuk?
Semua sibuk kan ?
Kuncinya ada dimanajemen waktu
mari atur waktu secara baik.
Jangan menunggu waktu luang, tapi mari luangkan waktu untuk menulis
5. Rajin mengamati, mencatat dan mengelola apa yang sudah dicatat menjadi tulisan. Misalnya saat Bapak/Ibu melakukan perjalanan catat apa saja yang menarik.
ini contoh tulisan narasumber tentang perjalanan
(Sumber : https://www.spirit-literasi.id/2019/03/ternate-landmark-di-suatu-senja.html)
6. Belajar Menulis Kepada Para Penulis
Grup pelatihan bersama omjay dan PGRI ini menjadi media belajar. Kunjungi, baca dan komentari tulisan demi tulisan di group itu cara belajar yang efektif.
Narasumber hanya memberikan 6 rumus saja. Lainnya semoga dilain kesempatan.
3. Tanya Jawab
P1 : Mudahnya menulis itu yang bagaimana yah ?
Jawaban :
Bisa dikerjakan seolah-olah tidak mikir bu, itu mudah seperti saya mengetik semua materi mala mini, mungkin karena sudah terlatih yah mudah saja.
P2:(1). Kalau Pak Prof sedang menulis tiba-tiba blank ditengah perjalanan, apa yang prof lakukan?
(2). Apa trik pak prof agar diawal dan akhir penulisan itu enak dibaca ?
Jawaban :
1). Kalau sedang blank, saya biasanya kedapur bikin teh manis atau kopi atau minuman hangat lainnya. Saya lalu keteras rumah meregangkan otot pikiran. Setelah cukup saya cek tulisan baca ulang. Jika belum ada ide saya akan baca buku atau cari data di internet, bisa juga diskusi dengan kawan. Dengan begitu biasanya ada ide yang menyambungkan kalimat.
2). Tergantung jenis tulisan. Jika tulisan diblog narasumber memakai Teknik pre writing, pokoknya menulis apa saja yang dipikirkan sampai habis. Tetapi jika tulisan ilmiah tentu beda harus buat draft menulis revisi, menulis lagi, revisi , begitu seterusnya.
P3 : Bagaimana cara kita menuang tulisan/ide supaya menarik ?
Jawaban :
Buka komputer, ketik apa yang ada dalam pikiran. Terus ketik, jangan diedit, sekali lagi, jangan menulis sambil ngedit.
P4 : Bagaimana trik menyikapi hati saat mulai menulis agar bisa dikatakan bahwa menulis itu mudah?
Jawaban :
Yakinkan diri sendiri bahwa menulis itu mudah jika sulit tetap teguh pada keyakinan bahwa mudah. Nanti semuanya akan mudah.
Dibawah ini catatan narasumber tentang kupang.
(Sumber : https://ngainun-naim.blogspot.com/2020/02/senja-di-pantai-warna-oesapa.html)
P5 : Bagaimana cara membuka pola pikir rekan sejawat supaya mau menulis ?
Jawaban :
Mulailah dari diri sendiri maka orang lain akan meniru. Tugas kita menyampaikan bukan merubah orang.
P6 : Faktor apa saja yang membuat kita kesulitan untuk menulis ?
Jawaban :
Faktor pertama internal, kata para ahli kalahkan diri sendiri, kalahkan rasa malas.
Faktor Kedua Eksternal-Lingkungan, fasilitas dan sebagainya
P7 : Bagaimana cara menumbuhkan gairah menulis ?
Jawaban :
Kunci awalnya dipaksa bu, paksa diri untuk mecintai menulis, nanti lama-lama akan terbiasa.
P8 : Bagaimana cara mempertajam agar kita mudah menemukan outline ?
Jawaban :
Bisa berlatih membuat outline sesering mungkin, ingin menulis artikel bikin outline. Semakin sering dilatih semakin mudah.
4. Penutup
Closing Statement
Saya akan yakinkan kepada Bapak dan Ibu bahwa menulis itu mudah.
Komentar
Posting Komentar