LATIHAN MENULIS PGRI

 

Menulis Di Kala Sakit

Judul               :  Menulis Di Kala Sakit

Resume Ke     :  22

Gelombang      :  23

Hari/Tanggal   :  Senin, 7 Maret 2022

Narasumber     :  Suharto, M.Pd

Moderator       :  Dail Ma’ruf

Menulis Di Kala Sakit

Ingat lima perkara sebelum datang lima perkara :

Muda sebelum tua

Sakitmu sebelum sakitmu

Karyamu sebelum miskinmu

Waktu senggangmu sebelum waktu sibukmu

Dan hidupmu sebelum matimu

 

Hargrove dan Pottet

Menulis adalah upaya menggambarkan tentang pilihan, ide, perasaan dalam bentuk simbol. Dikatakan simbol karena dahulu menulis tidak sekedar disusun dalam susunan kata. Nah sekarang bentuk komunikasi tulis bisa ditulis dalam simbol huruf dan menjadi sebuah kalimat.

Moderator malam ini adalah Pak Dail Ma’ruf beliau seorang penulis, motivator dan narasumber. Moderator memperkenalkan narasumber malam ini yaitu Bapak Suharto, M.Pd beliau seorang guru MTS Negeri 5 Jakarta yang akrab disapa Cak Ato.

Cak Ato Sakit

Cak Ato menceritakan pengalamannya Ketika sakit, beliau tetap menulis untuk memberikan motivasi kepada para peserta belajar menulis. Menulis sebagai passion.

Pada tahun 2018 musibah datang melanda Cak Ato selama 3 tahun 8 bulan. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Cak Ato mengidap penyakit GBS.

Apa itu GBS ?

GBS atau Guillain Barre Sindrom yaitu suatu penyakit autoimun yang cukup  langka dimana sistem kekebalan tubuh menyerang saraf. Cak Ato menanggung ujian tersebut dengan sabar, walaupun dalam keadaan sakit beliau masih bisa melakukan hal positif yaitu membaca dan menulis.

Bagaimana Cak Ato bisa menulis ?

Dengan teknologi canggih Cak Ato menggunakan gawai dan membeli paket internet guna melacak akun FB miliknya. Berawal dari situ Cak Ato menulis tentang penyakit yang menimpah dirinya. Peristiwa selama dirawat dirumah sakit, peralatan medis yang melekat pada tubuhnya. Jadilah buku yang berjudul “GBS Menyerangku”.

Tulisan Cak Ato semakin hidup karena semua benda yang melekat pada tubuhnya ikut diresualisasikan seperti hal yang bernyawa kalau kutip dari Om Budiman salah satu Narasumber pelatihan ini disebut CERPENTING ( Cerita Pendek Tidak Penting ).

 

Cara Cak Ato Menerbitkan Buku

Cak Ato menulis berdasarkan pengalaman yang disusun secara berunitan. Banyak apresiasi dari warga Net, pembaca diajak berkomunikaf termasuk dalam menentukan Judul. Cak Ato memilih “ Kembali Ke Madrasah.” Beliau berawal dari madrasah lalu kerumah sakit dan 18 bulan tidak pernah Kembali. Suatu Ketika sahabat Cak Ato menghubungi dan bertanya. Apakah itu kisah sendiri atau kisah orang lain ? karena tokohnya “Aku”. Setelah Cak Ato dihubungi lewat Vidcall beliau melihat kondisi Cak Ato yang sesungguhnya, badannya kurus seperti tengkorak hidup, suara tidak jelas selang ventilator masih menempel. Melihat semua itu sahabat sekaligus sebagai narasumber tidak sanggup lagi untuk melanjutkan membaca.

Selang beberapa hari Omjay menghubungi Cak Ato dan mengajak untuk ikut pelatihan menulis di gelombang 23, Cak Ato ikut ambil bagian walau tubuhnya tak mampu. Tapi materi disimpan diblognya dan dijadikan buku “Belajar Tak Bertepi”.

 

Motivasi Cak Ato Menulis

Cak Ato menulis diniatkan untuk beribadah kepada Allah, kenaikkan pangkat untuk kebanggaan/motivasi dan untuk mengabadikan ilmu agar tidak punah ditelan waktu.

 

Daftar Buku Solo

1.      Mengejar Azan (2018)

2.      GBS Menyerangku (2020)

3.      Menuju Pribadi Unggul (2020)

4.      Belajar Tak Bertepi (2021)

5.      Aisyeh Menunggu Cinta (Roman Betani) (2021)

6.      Komplikasi Kisah Inspiratif (2021)

7.      Menepis Kesulitan Menulis (2021)

8.      Gadis Pemikat (2022)

9.      Kado Khusus Sang Bintang Belajar (2022)

10.  Lentera Ramadhan (2022)

 

Yang sedang digarap

1.      Catatan Harian Guru Blogger Madrasah

2.      Cang Ato Belajar Pantun

3.      Cang Ato Belajar Puisi

4.      Menulis Dikala Sakit


Pertanyaan

P1 : Pak saya untuk menulis, Bagaimana caranya untuk mengawali dan mengakhirinya ?

Narasumber (Cang Ato) menjawab :

1.      Tulis apa yang kita kuasai

2.      Tulis apa yang kita alami dan rasakan

3.      Tulis apa yang ada disekitar kita

4.      Gunakan Bahasa sederhana yang penting pesan tersampaikan.

P2 : Bagaimana tips agar pengalaman hidup yang ditulis menjadi menarik dan ditunggu orang lain ?

Jawaban :

1.      Harus banyak membaca hanya orang lain

2.      Bubuhkan diksi yang indah

Ciri diksi – diksi yang indah

1.      Prolog untuk pembukaan harus sedikit puitis

2.      Gunakan gaya Bahasa personifikasi, ironi, dll

3.      Selipkan CERPENTING sebagai penyedap tulisan

Dari pengalaman Cang Ato dapat saya simpulkan :

Bahwa keterbatasan bukanlah hambatan untuk berkarya, tulislah dengan hati apa yang kita lihat, kita alami, dan kita lakukan dengan Bahasa yang sederka agar mudah dipahami oleh pembaca.

Demikianlah rangkaian kegiatan belajar menulis online malam ini. Moderator menutup dengan motivasi.

“ Petiklah ilmu yang kalian anggap berguna, tetapi jangan abaikan ilmu yang menurut kalian tidak berguna.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas Belajar Menulis Nusantara

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI

KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA